Spesifikasi Ipad 3 | Perbandingan Spesifikasi Ipad, Ipad 2 dan Ipad 3


ipad 3 Kembali Apple mengguncang pasar teknologi dunia dengan kehadiran perangkat tablet ipad generasi ke tiga, atau yang lebih kita kenal dengan ipad 3. Secara keseluruhan, ipad 3 ini memang mengusung teknologi mutakhir dengan grafik yang lebih tajam karena dukungan perangkat prosesor A5X. Juga display dengan layar 9,7 inchi yang sudah mengadopsi pixel lebih tinggi ketimbang televisi high definition dan dapat dioperasikan pada long term evolution (LTE) serta jaringan wireless, yang dapat mengantarkan data lebih cepat.

Dengan dikeluarkannya ipad 3 yang sudah bisa di dapatkan di toko pada 16 Maret mendatang ini, semakin mengukuhkan Apple menjadi produsen teknologi tablet ternama mengalahkan Amazon.com Inc, Microsoft Corp, dan Google Inc. Lalu apa perbedaan mendasar pada sisi spesifikasi dari ketiga jenis ipad, ipad 2 dan ipad 3?

Berikut Perbandingan Spesifikasi iPad, iPad2 dan iPad 3

IPAD IPAD 2 IPAD 3
Dimensi 242.8 x 189.7 x 13.4 mm 241,2 x 185,7 x 8,8
mm
241,2 x 7,31 x 9,4
mm
Prosesor Apple A4 1Ghz Apple A5 Dual-core 1 GHz Apple A5X Dual-core
Berat 730 gram 607 gram 652 gram
Display 1.024 x 768 piksel
(132 ppi)
1.024 x 768 piksel
(132 ppi)
2.048 x 1.536 piksel
(264 ppi)
Data HSDPA, HSUPA UMTS/HSDPA/HSUPA LTE/UMTS/HSPA/HSPA/HSDPA
Kamera No 0.7 MP, 960 x 720 pixels 5MP autofokus HD
Fitur iBooks PDF reader, iCloud cloud service Facetime camera untuk video conference Facetime kamera, retina display, merekam video 1080p 30 fps.
Batere sampai 10 jam normal sampai 10 jam normal sampai 10 jam pemakaian normal
Harga - $399 16GB wifi
$529 16GB wifi + 3G
$499 16GB wifi
$599 32GB
$699 64GB
$629 16GB wifi + 4G
$729 32GB
$829 64GB

Sumber data: http://industri.kontan.co.id/news/inilah-beda-ipad-generasi-ke-3-dari-pendahulunya/2012/03/08

Izanagi dan Izanami


Izanagi

Izanagi adalah teknik Sharingan dōjutsu klan Uchiha yang dianggap dilarang. Menurut Madara Uchiha, itu adalah yang paling kuat. dan itu genjutsu seorang individu yang dapat dilemparkan pada diri mereka sendiri.  Jika diaktifkan, kastor menghilangkan batas-batas antara realitas dan ilusi dalam ruang pribadi mereka. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol keadaan mereka sendiri. Efek yang sebenarnya Izanagi bervariasi dari pengguna ke pengguna, tapi sepertinya melibatkan kemampuan untuk menganggap peristiwa negatif ilusi dan kenyataan peristiwa yang positif, dalam hal untuk diri mereka sendiri. Lanjut membaca

Proxy Server Linux dengan Squid


Proxy Server Linux

Bagi sebagian rekan-rekan yang mau membuat proxy server dengan Linux, atau bagi adik-adik Ilmu Komputer USD yang mau coba-coba belajar bikin proxy, saya ingin membagikan pengalaman kecil saya dalam membuat proxy menggunakan Linux. Meski banyak software untuk membuat proxy server, saya memilih squid karena paketnya sudah ter-include dalam distro yang saya gunakan (Fedora Core) dan hampir sebagian proxy server Linux menggunakan squid. Untuk spesifikasi hardware yang saya gunakan, dapat dilihat di artikel Proxy Server di tempat kerja saya. Proxy server tersebut menggunakan squid versi 2.6-12 pada distro Fedora Core 6 yang saya fungsikan sebagai: Lanjut membaca

Pengenalan NAPZA


Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. Lanjut membaca

Cloud computing ( Komputasi Awan )


Cloud computing adalahpenggunaan teknologi komputer untuk pengembangan berbasis internetdengan piranti lunak dan sistem operasional juga tersedia secara online. Dengan kata lian internet dan semua yang terkait dengannya menjadi termial pusat.

A. Sejarah

Istilah “awan” digunakan sebagai metafora untuk internet, berdasarkan gambar awan yang digunakan di masa lalu untuk mewakili jaringan telepon,  dan kemudian untuk menggambarkan Internet dalam diagram jaringan komputer sebagai abstraksi dari infrastruktur yang mendasarinya mewakili.

Cloud computing merupakan evolusi alami dari luas adopsi virtualisasi, arsitektur berorientasi layanan, otonom, dan komputasi utilitas. Rincian diabstraksikan dari pengguna akhir, yang tidak lagi memiliki kebutuhan untuk keahlian dalam, atau kontrol atas, infrastruktur teknologi “di awan” yang mendukung mereka .

Konsep yang mendasari komputasi awan tanggal kembali ke 1960, ketika John McCarthy berpendapat bahwa “perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Hampir semua modern karakteristik komputasi awan (penyediaan elastis, disediakan sebagai utilitas, online, ilusi pasokan terbatas), perbandingan untuk industri listrik dan penggunaan publik, swasta, bentuk pemerintah, dan masyarakat, yang benar-benar dieksplorasi pada tahun 1966 buku Douglas Parkhill, The Tantangan Utility Komputer.

Istilah “awan” yang sebenarnya meminjam dari telepon di perusahaan telekomunikasi, yang sampai tahun 1990-an ditawarkan terutama didedikasikan point-to-point sirkuit data, mulai menawarkan Virtual Private Network (VPN) jasa dengan kualitas layanan tetapi sebanding dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dengan beralih lalu lintas untuk menyeimbangkan pemanfaatan sebagai mereka lihat cocok, mereka mampu memanfaatkan bandwidth jaringan mereka secara keseluruhan lebih efektif. Simbol awan digunakan untuk menunjukkan titik demarkasi antara yang adalah tanggung jawab penyedia dan yang merupakan tanggung jawab pengguna. Cloud computing memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan.

Setelah domain .com menggelembung, Amazon memainkan peran kunci dalam pengembangan komputasi awan dengan memodernisasi pusat data mereka, seperti jaringan komputer yang menggunakan paling sedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah penemuan yang menghasilkan peningkatan efisiensi internal yang signifikan dan bisa menambahkan fitur baru lebih cepat dan lebih mudah, Amazon memulai upaya pengembangan produk baru untuk menyediakan komputasi awan untuk pelanggan eksternal, dan meluncurkan Amazon Web Service (AWS) atas dasar utilitas komputasi pada tahun 2006.

Pada awal 2008, Eucalyptus menjadi open source. Pada awal 2008, OpenNebula, ditingkatkan dalam proyek Eropa yang didanai Komisi Reservoir, menjadi perangkat lunak open-source pertama untuk menyebarkan awan swasta dan hibrida, dan untuk federasi awan. Pada tahun yang sama,. Upaya difokuskan pada penyediaan jaminan QoS (seperti yang dipersyaratkan oleh real-time aplikasi interaktif) untuk infrastruktur berbasis cloud, dalam rangka proyek Eropa IRMOS Komisi yang didanai, yang mengakibatkan lingkungan awan real-time. Pada pertengahan-2008., Gartner melihat sebuah kesempatan untuk komputasi awan “untuk membentuk hubungan antara konsumen dari layanan TI, mereka yang menggunakan layanan TI dan mereka yang menjual mereka dan mengamati bahwa  organisasi yang beralih dari perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk per- menggunakan model layanan berbasis “sehingga” pergeseran diproyeksikan untuk komputasi awan … akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapa daerah dan pengurangan yang signifikan di daerah lain .

Pada bulan Juli 2010, OpenStack didirikan,  menarik hampir 100 perusahaan mitra dan lebih dari kontribusi kode ribu di tahun pertama, sehingga tumbuh paling cepat proyek sumber perangkat lunak bebas dan terbuka dalam sejarah.

B. Layanan Cloud Computing

Cloud komputing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa perlu melakukan instalasi lagi, mengakses data pribadi di komputer manapun melalui jaringan internet

Kelebihan Cloud Computing :

  • Kapasitas penyimpanan hampir terbatas
  • Sentralisasi data
  • Tidak perlu membeli server dan software, tetapi hanya memanfaatkan sebuah server cloud melalui jaringan internet

Syarat Cloud Computing :

  • Layanan bersifat ‘on demand’ (berlangganan)
  • Layanan bersifat elastis/scrable, dimana pengguna bisa menambah atau mengurangijenis dan kapasitas layanan yang di sediakan
  • Layanan sepenuhnya dikelola oleh provider/ penyedia layanan cloud

Berikut adalah 3 jenis layanan cloud computing

  1. Software as a Service (SaaS) Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.Semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna,termasuk ke dalam kategori Software as a Services (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.
  2. Platform as a Service (PaaS)Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Pada skenario ini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services.
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.

Resiko Cloud Computing :

  1. Service Level
  2. Privacy
  3. Compilance
  4. Data Ownership
  5. Data Mobility

DHCP Server pada Ubuntu 9.04


DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), merupakan suatu protokol yang mengatur mengenai pemberian alamat IP, subnet mask, default router dan beberapa parameter lain pada komputer client yang dilakukan secara otomatis. Pada kasus ini ditunjukkan langkah-langkah instalasi dan konfigurasi DHCP server pada Ubuntu 9.04. Lanjut membaca